Business

Pemerintah Siapkan Libur Nataru: Antisipasi Lonjakan Wisatawan dengan Pelayanan Prima dan Pariwisata Berkelanjutan

Pemerintah Siap Sambut Libur Natal dan Tahun Baru: Fokus Pelayanan Prima dan Sinergi Lintas Sektor untuk Pariwisata Berkelanjutan

Musim Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi momen yang dinanti, dengan prediksi lonjakan wisatawan yang signifikan di seluruh Indonesia. Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata, telah mempersiapkan berbagai strategi komprehensif untuk memastikan pengalaman berwisata yang optimal dan berkesan bagi setiap pengunjung. Fokus utama adalah pada penyediaan pelayanan prima pariwisata, menjaga aspek Kebersihan, Keamanan, Keselamatan, dan Kenyamanan (3K + 1C) di setiap destinasi, di tengah potensi tantangan seperti cuaca ekstrem pariwisata.

Antisipasi Lonjakan Wisatawan dan Menjawab Tantangan Alam

Periode Nataru diperkirakan akan menyaksikan pergerakan besar wisatawan. Kementerian Pariwisata memproyeksikan kunjungan wisatawan mancanegara dapat mencapai 1,45 juta orang, sebuah angka yang menunjukkan pulihnya kepercayaan turis asing. Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara diprediksi akan melampaui 100 juta perjalanan, menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk berlibur di dalam negeri. Angka-angka fantastis ini menuntut kesiapan ekstra dari seluruh pengelola destinasi wisata, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga objek wisata itu sendiri.

Untuk memastikan 3K + 1C selalu terjaga, pemerintah gencar mengimbau para pengelola destinasi untuk memprioritaskan standar tersebut. Kewaspadaan ditingkatkan, khususnya mengingat potensi cuaca ekstrem yang bisa memengaruhi aktivitas liburan, mulai dari hujan lebat hingga gelombang tinggi di pesisir. Sebuah Surat Edaran Pariwisata terkait kesiapan penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan juga telah diterbitkan. Surat ini bukan hanya imbauan, tetapi dilengkapi dengan tautan modul kebencanaan, panduan penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability), hingga petunjuk teknis manajemen risiko di destinasi pariwisata untuk membantu pengelola mempersiapkan diri.

Tidak hanya pengelola, pemerintah juga mengingatkan wisatawan untuk selalu waspada. Penting untuk memantau informasi cuaca resmi dari BMKG sebelum dan selama perjalanan, serta memilih aktivitas yang aman dan sesuai kondisi. Anjuran menggunakan moda transportasi yang memenuhi standar kelaikan juga ditekankan demi keselamatan perjalanan seluruh wisatawan.

Program Stimulus dan Ekosistem Kolaborasi Lintas Sektor

Guna mendorong minat dan kemudahan berwisata, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program stimulus yang menarik. Di antaranya adalah stimulus diskon tiket pesawat domestik hingga 13-14 persen, diharapkan dapat meringankan biaya perjalanan dan meningkatkan mobilitas wisatawan. Ada pula penyelenggaraan BINA Indonesia Great Sale 2025, sebuah pesta diskon besar-besaran hingga 80 persen yang berlangsung dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Program ini melibatkan lebih dari 380 perusahaan, 80.000 gerai, 800 merek, dan lebih dari 400 pusat perbelanjaan di 24 provinsi, menawarkan peluang belanja menarik bagi wisatawan.

Bagi wisatawan mancanegara, pemerintah juga menyediakan fasilitas tax refund wisman sebesar 11 persen. Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan daya tarik belanja di Indonesia, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk menarik lebih banyak kunjungan turis asing. Selain itu, Kementerian Pariwisata telah bekerja sama dengan 23 mitra untuk menyiapkan lebih dari 65 paket wisata Nataru dan 244 acara khusus yang dapat menjadi pilihan masyarakat selama periode liburan.

Untuk memastikan semua program berjalan lancar dan koordinasi yang efektif, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga sangat diintensifkan. Rapat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Polri, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kemenko PMK, serta Kemenko IPK, dilakukan secara berkala. Sinergi ini bertujuan memadukan seluruh persiapan, sumber daya, dan upaya keamanan sehingga seluruh aspek pariwisata selama Nataru dapat terkelola dengan baik.

Kesiapan Destinasi dan Implementasi Pariwisata Berkelanjutan

Aspek kesiapan destinasi wisata menjadi kunci utama dalam menyambut Nataru. Peninjauan langsung ke berbagai lokasi dilakukan untuk memastikan fasilitas dan pelayanan memenuhi standar yang diharapkan. Destinasi seperti Aloha Pasir Putih di PIK 2, misalnya, mendapat apresiasi atas upaya pengelola dalam menjaga daya tarik wisata, ragam kuliner, serta fasilitas penunjang seperti toilet dan musala yang bersih dan terawat. Fasilitas toilet di Aloha PIK 2 bahkan meraih penghargaan terbaik kedua dalam ajang Wonderful Indonesia Award, membuktikan komitmen terhadap kenyamanan wisatawan.

Di samping fokus pada pelayanan, pemerintah juga menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan (sustainability) sebagai peluang jangka panjang. Destinasi yang menerapkan prinsip ini, seperti gerakan wisata bersih setiap Jumat, daur ulang sampah plastik menjadi furnitur, dan inisiatif komposting, sangat diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa pariwisata tidak hanya tentang menikmati keindahan, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal untuk generasi mendatang.

Melalui semua upaya ini, pemerintah berharap Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 akan berjalan aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh wisatawan. Sinergi dari pemerintah, pelaku industri pariwisata, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mempromosikan keindahan Indonesia adalah kunci untuk mendukung pertumbuhan pariwisata nasional secara berkelanjutan.