Fabio Cannavaro: Pilihan Takdir dan Jejak Baru di Kancah Internasional
Dunia sepak bola seringkali menyajikan kisah-kisah penuh intrik dan pilihan tak terduga, bahkan bagi para legendanya. Fabio Cannavaro, nama yang tak asing lagi bagi penggemar sepak bola, khususnya para pecinta Timnas Italia, baru-baru ini membuat keputusan yang mengejutkan banyak pihak. Sang juara Piala Dunia 2006 ini, yang dikenal dengan ketangguhannya di lini pertahanan, kini menulis babak baru dalam perjalanan karier kepelatihannya, memilih jalan yang berbeda dari yang banyak diprediksi.
Kisah ini bermula dari sebuah bisikan, sebuah peluang yang nyaris terwujud, untuk kembali ke rumah lamanya. Namun, takdir memiliki rencana lain, membawanya ke sebuah destinasi baru yang penuh tantangan dan peluang, jauh dari sorotan yang intens di tanah kelahirannya. Keputusan Cannavaro bukan sekadar tentang penunjukan pelatih, melainkan tentang filosofi, ambisi, dan keberanian mengambil risiko di panggung internasional.
Ketika Azzurri Memanggil: Kisah di Balik Pertimbangan Fabio Cannavaro
Bagi seorang ikon seperti Fabio Cannavaro, tawaran melatih Timnas Italia tentu menjadi sebuah kehormatan sekaligus godaan yang sulit ditolak. Ada desas-desus kuat yang menyebutkan bahwa Federasi Sepak Bola Italia sempat mendekatinya untuk mengisi posisi pelatih kepala, menyusul kepergian Luciano Spalletti. Obrolan intens pun sempat terjalin, bahkan dengan Gianluigi Buffon, mantan rekan setim sekaligus legenda Italia, yang kini memiliki peran penting dalam struktur Federasi.
Namun, dalam pandangan Cannavaro sendiri, ia merasa belum benar-benar masuk dalam daftar kandidat serius untuk menukangi Gli Azzurri. Ia mengungkapkan bahwa, meskipun memiliki masa lalu yang gemilang sebagai pesepakbola dan kapten Timnas Italia saat juara Piala Dunia 2006, mungkin ia lebih dilihat sebagai ikon semata ketimbang seorang calon pelatih yang siap mengemban tugas berat. Penantian yang terlalu lama dan ketidakpastian membuat Cannavaro harus realistis. Pada akhirnya, pilihan pun jatuh kepada rekan seangkatannya, Gennaro Gattuso, yang resmi ditunjuk sebagai allenatore baru Timnas Italia sejak Juni 2025. Cannavaro sendiri mengaku sepakat dengan penunjukan Gattuso, mengakui bahwa Gattuso adalah sosok yang terus belajar dan mengembangkan diri di dunia kepelatihan.
Melangkah Jauh ke Timur: Tantangan Unik di Timnas Uzbekistan
Di tengah ketidakpastian dari Italia, beberapa pintu lain mulai terbuka. Polandia menjadi salah satu negara yang juga mendekati Fabio Cannavaro dengan tawaran menarik. Namun, setelah melalui pertimbangan matang, pria berusia 52 tahun itu memutuskan untuk menolak kesempatan tersebut. Pandangan Cannavaro, yang senantiasa mencari tantangan kepelatihan internasional yang berbeda, akhirnya tertuju ke Asia Tengah. Pada Oktober 2025, ia secara resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Uzbekistan, menggantikan Timur Kapadze.
Keputusan ini menandai sebuah petualangan baru, sebuah perjalanan karier kepelatihan yang membawa Cannavaro melintasi benua. Timnas Uzbekistan bukan tim sembarangan; mereka baru saja mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2026. Ini adalah kesempatan emas bagi Cannavaro untuk membuktikan kemampuannya di panggung global, jauh dari tekanan media Eropa yang seringkali sangat intens. Membesut Timnas Uzbekistan menawarkan peluang unik untuk membangun tim, menerapkan filosofi permainannya, dan mengukir prestasi dengan skuad yang penuh potensi.
Ujian Berat Gli Azzurri dan Bayangan Piala Dunia 2026
Sementara Fabio Cannavaro memulai babak baru di Timnas Uzbekistan, Timnas Italia di bawah asuhan Gennaro Gattuso justru dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Alih-alih memastikan tempat secara langsung, Gli Azzurri hanya mampu finis sebagai runner-up Grup I kualifikasi zona Eropa, di bawah Norwegia. Kondisi ini memaksa mereka harus berjuang keras melalui jalur play-off, sebuah situasi yang tentu saja menambah tekanan besar bagi Gattuso dan seluruh skuad.
Kompetisi menuju Piala Dunia 2026 semakin ketat, dan bagi Italia, setiap pertandingan kini menjadi final. Perjalanan menuju turnamen akbar itu dipenuhi rintangan, dan Timnas Italia harus menunjukkan performa terbaik untuk membuktikan bahwa mereka layak berada di antara tim-tim elit dunia. Kontras dengan Cannavaro yang membawa Timnas Uzbekistan lolos langsung, Gattuso harus menghadapi kompetisi atau persaingan yang lebih berat untuk membawa Italia ke turnamen tersebut. Ini adalah pertaruhan besar bagi masa depan sepak bola Italia dan warisan para legendanya.



