Cara Menilai Kredibilitas Situs Berita yang Belum Dikenal

Kamu menemukan artikel dari situs yang namanya belum pernah kamu dengar, lalu ragu apakah isinya bisa dipercaya. Menilai kredibilitas situs berita sebenarnya bisa dilakukan dengan beberapa pengecekan sederhana sebelum kamu membagikan tautannya ke orang lain. Berikut langkahnya satu per satu.

Mulai dari halaman tentang kami dan redaksi

Situs berita yang serius mencantumkan siapa yang mengelolanya. Cari halaman “Tentang Kami”, “Redaksi”, atau “Tentang Redaksi” di menu utama atau footer.

Di halaman itu, perhatikan nama pemimpin redaksi, susunan dewan redaksi, dan alamat kantor. Kalau hanya ada kalimat umum seperti “kami adalah portal berita independen” tanpa nama siapa pun, itu tanda awal yang perlu diwaspadai.

Alamat kantor yang jelas, nomor telepon, dan email redaksi juga membantu. Situs yang mencantumkan kontak lengkap lebih mudah dimintai tanggung jawab atas isi terbitannya dibanding situs yang hanya menyediakan formulir anonim.

Periksa nama domain dan usianya

Domain yang berakhiran .id, .com, atau .news tidak otomatis menentukan kualitas, tapi bisa memberi petunjuk. Situs berita resmi biasanya memakai domain yang mudah diingat dan sesuai nama medianya.

Kamu bisa memeriksa kapan domain didaftarkan lewat layanan pencarian WHOIS. Domain yang baru berumur beberapa minggu tapi mengklaim sudah bertahun-tahun meliput peristiwa patut dicurigai.

  • Nama domain aneh dengan tambahan angka atau kata berulang sering dipakai situs tiruan.
  • Domain yang meniru nama media besar dengan satu huruf berbeda perlu dicek ekstra.
  • Alamat situs yang sering berganti nama dalam waktu singkat menandakan pengelolaan tidak stabil.

Cek apakah beritanya punya penulis dan tanggal

Artikel berita yang bisa dipertanggungjawabkan mencantumkan nama penulis dan tanggal terbit. Klik nama penulis untuk melihat apakah dia punya halaman profil berisi daftar tulisannya.

Penulis yang konsisten menulis tentang topik tertentu biasanya lebih mudah dinilai rekam jejaknya. Sebaliknya, situs yang semua artikelnya tanpa nama penulis atau hanya bertuliskan “redaksi” untuk semua rubrik sulit ditelusuri asal-usulnya.

Tanggal terbit juga penting. Berita lama yang didaur ulang tanpa keterangan pembaruan sering membuat pembaca mengira peristiwa itu baru terjadi. Kalau tanggalnya terlihat janggal atau tidak ada sama sekali, tahan dulu sebelum menyebarkannya.

Telusuri sumber yang dikutip di dalam artikel

Baca artikel sampai selesai, lalu tandai dari mana informasinya berasal. Sumber yang baik disebutkan jelas: nama lembaga, nama pejabat, nomor dokumen, atau tautan ke pernyataan resmi.

Kalimat seperti “menurut sumber terpercaya” tanpa penjelasan siapa sumbernya adalah tanda artikel tidak bisa diverifikasi. Hal yang sama berlaku untuk kutipan yang tidak disertai konteks kapan dan di mana diucapkan.

Kalau artikel mengutip data atau angka, coba cari dokumen aslinya. Bila situsnya hanya menyebut “data dari lembaga internasional” tanpa nama lembaga atau tautan, kamu tidak punya cara memeriksa kebenarannya.

Untuk memperkuat kebiasaan ini, kamu bisa memakai langkah di panduan memeriksa sumber berita sebelum membagikannya sebagai latihan rutin.

Bandingkan dengan media lain

Satu situs bisa saja keliru atau melebih-lebihkan. Cara paling cepat mengujinya adalah mencari apakah peristiwa yang sama juga diberitakan media lain.

Buka mesin pencari, masukkan inti peristiwanya dalam beberapa kata, lalu lihat hasilnya. Kalau berita besar hanya muncul di satu situs dan tidak disinggung media mana pun, kemungkinan isinya tidak akurat atau memang disusun untuk memancing klik.

Perhatikan juga cara media lain menyebut peristiwanya. Perbedaan kecil dalam angka korban, lokasi, atau nama lembaga bisa menunjukkan situs pertama menyalin dari sumber yang salah.

Lihat iklan dan cara situs itu mencari uang

Situs berita perlu biaya operasional, jadi wajar ada iklan. Yang perlu dicermati adalah jenis iklannya.

Iklan yang menutupi hampir seluruh layar, judul artikel yang berbentuk seperti iklan produk, atau tautan ke situs judi dan pinjaman ilegal menandakan prioritas situs itu bukan menyajikan informasi.

Situs yang isinya bercampur dengan konten bersponsor tanpa label jelas juga menyulitkan pembaca membedakan mana berita dan mana iklan. Label “advertorial” atau “kerja sama” seharusnya terlihat jelas di bagian atas artikel.

Uji dengan satu berita yang kamu pahami

Cara paling praktis menilai sebuah situs adalah membaca satu artikelnya tentang topik yang kamu kuasai, misalnya berita dari kota tempatmu tinggal atau soal pekerjaanmu sendiri.

Kalau kamu menemukan kesalahan nama, jabatan, atau urutan peristiwa yang jelas keliru, kualitas situs itu patut dipertanyakan untuk berita lain juga. Sebaliknya, artikel yang rinci dan tepat pada topik yang kamu tahu memberi sedikit kepercayaan pada topik yang tidak kamu kuasai.

Kebiasaan ini juga berguna saat kamu menerima tautan dari grup chat. Langkah mengeceknya mirip dengan yang dibahas di cara cek berita viral di grup chat keluarga.

Ringkasan

Menilai kredibilitas situs berita berjalan lewat beberapa pemeriksaan: identitas redaksi, usia domain, nama penulis, kejelasan sumber, perbandingan dengan media lain, jenis iklan, dan uji pada topik yang kamu pahami. Situs yang tidak bisa dipertanggungjawabkan biasanya gagal di beberapa poin sekaligus. Kalau kamu masih ragu setelah mengecek, tunda dulu penyebarannya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah situs berita baru selalu tidak bisa dipercaya?

Tidak. Banyak media mulai dari skala kecil. Yang membedakan adalah keterbukaan soal siapa pengelolanya dan kemauan mencantumkan sumber. Situs baru yang jelas alamat redaksinya dan rajin mengutip sumber resmi bisa saja kredibel.

Bagaimana kalau situsnya tidak mencantumkan nama penulis sama sekali?

Perlakukan artikelnya sebagai informasi yang belum terverifikasi. Kamu bisa mencari peristiwa yang sama di media lain. Kalau tidak ada media lain yang memberitakan, sebaiknya jangan disebarkan dulu.

Apakah domain .id otomatis lebih terpercaya?

Tidak otomatis. Domain .id bisa dipakai siapa saja yang memenuhi syarat pendaftaran, termasuk situs yang isinya tidak akurat. Akhiran domain bukan jaminan kualitas, jadi tetap cek redaksi dan sumbernya.